Arti filosofi terjemahan lagu gundul gundul pacul

sejarah lagu gundul gundul pacul, makna lagu gundul gundul pacul dan penciptanya, makna lagu gundul gundul pacul secara singkat, arti lagu cublak cublak suweng, makna lagu suwe ora jamu, lirik lagu gundul gundul pacul dan artinya, makna lagu gambang suling, pencipta lagu gundul gundul pacul,

Gundhul gUndul Pacul merupakan sebuah lagu daerah jawa yang biasa dinyanyikan oleh anak-anak.Lagu daerah yang satu ini setelah di telusuri terdapat dua buah fakta,dimana fakta tersebut mengungkapkan sumber dari yang menyiptakan lagu ini,meliputi Sunan Kalijaga pada tahun 1400an dan R.C. Hardjosubroto.

Lirik lagu gundul gundul pacul yang berbahasa Bahasa Jawa sebagai berikut jika di terjemahkan dalam bahasa indonesia:

Arti filosofi lagu tradisional gundul gundul pacul

Lagu ini bisa di kategorikan sebuah lagu yang dianggap mengandung makna dan nilai filosofis yang mendalam,coba kita bersama sama mengulas sair demi sair yang terdapat dalam lirik lagu gundul gundul pacul tersebut:

Gundul gundul pacul, gembelengan

Gundul merupakan sebuah kepala manusia yang tanpa adanya rambut satu pun.
Disini kita ulas lebih detail dan mendalam apa makna yang terkandung dari pesan lagu gundul pacul.

Kepala jika istilah adat dari orang jawa

merupakan lambang kemuliaan martabat dan kehormatan seseorang,rambut di kategorikan dalam adat jawa merupakan mahkota ataupun lambang keindahan kepala yang mencerminkan kepribadian seseorang.

Dengan demikian,

gundul di analogikan sebagi sebuah kehormatan yang di dapatkan tanpa adanya seseorang atau kelompok yang memberikan gelar tersebut seperti halnya mahkota tanda gelar yang di khususkan untuk memberikan gelar tersebut.

Pacul merupakan bahasa jawa yang kalo

kita artikan dalam bahasa indonesia yaitu cangkul,cangkul disini merupakan sebuah alat yang biasanya dipakai oleh para pertani untuk berkebun dan lain sebagainya,yang terbuat dari lempengan besi persegi empat,pacul bisa di kategorikan lambang rakyat kecil dimana kebanyakan pemakai alat yang satu ini adalah para petani dan pekerja bangunan.Para sesepuh “istilah jawa” mengatakan pacul merupakan [papat kang ucul] yang bisa di artikan dengan (“empat yang lepas”), dengan pengertian sedikit mendalam dan sakral kita mengupas dan menganalogikan bait kata tersebut , derajad seseorang di pandang dalam masyarakat sangat tergantung dalam empat hal saja , empat hal tersebut meliputi :

1.Mata , Cara dimana seseorang menggunakan mata

Mata dianologikan untuk melihat semua unsur yang secara mendalam di lingkungan ataupun sebuah kelompok untuk mendapatkan kesimpulan dimana letak adanya kesulitan kesulitan serta kekurangan yang ada di kehidupan sekitar dan di jadikan bahan pertimbangan tentang pengambilan sebuah keputusan,dalam artiannya kebijaksanaan seseorang dalam melihat dan mengambil tolak ukur secara hati hati dan terperinci.

2. Telinga 

Merupakan sebuah alat panca indra yang di anugrahkan dari sang illahi untuk mendapatkan getaran bunyi,filosofinya dalam lagu ini telinga di analogikan dalam suatu peristiwa di mana kita membutuhkan seseorang untuk kita mengadakan suatu setudi banding untuk mendapatkan suatu solusi yang bermufakat untuk kelangsungan kehidupan khalayak.Atau lebih sepesifiknya digunakan untuk mendengarkan nasihat nasihat.

Salah satu contoh setudy kasus:

seseorang yang merasa di rinya paling pandai dan bisa memberikan sesuatu yang dianggapnya sangat amat terbaik dan menguntungkan khalayak , tapi dimana suatu ketika dia di rundung sebuah duka di dalam kehidupanya,maka kepandainaya atau kelebihanya tak akan berguna untuk mengambil sebuah tindakan kecuali jika dia memanfaatkan suatu anugrah illahi berupa telinga untuk mendengar dan mendiskusikan hal tersebut dengan rekan ataupun seseorang yang faham tentang masalah tersebut.

3. Hidung

Merupakan istilah papat kang ucul pada bagian ke tiga,hidung disini di analogikan dan digunakan untuk mencium aroma wewangian kebaikan yang ada di sekitar kehidupan yang bersosial dan bermasyarakat yang baik.

 

4. Mulut

Suatu alat organ tubuh yang ada pada diri manusia digunakan untuk bertutur kata yang baik,dalam artian ketika kita mengutarakan sesuatu untuk berucap ada pihak atau manusia lain yang akan mendengar ucapan kita dan pabila kita salah dalam berucap,perkataan tersebut akan menjadikan seseorang sakit hati , bisa juga mengakibatkan trauma yang mendalam sampe seumur hidup .

sejarah lagu gundul gundul pacul, makna lagu gundul gundul pacul dan penciptanya, makna lagu gundul gundul pacul secara singkat, arti lagu cublak cublak suweng, lirik lagu gundul gundul pacul dan artinya, makna lagu suwe ora jamu, makna lagu gambang suling, pencipta lagu gundul gundul pacul, gundul gundul pacul mp3, download lagu gundul pacul (jawa tengah), gundul gundul pacul not angka, lagu gundul gundul pacul berasal dari daerah, gundul gundul pacul chord, pencipta lagu gundul gundul pacul, asal lagu gundul gundul pacul, download video gundul gundul pacul,
Arti filosofi lagu gundul gundul pacul

Pada bait sair lagu Gembelengan

di artikan “besar kepala, sombong, dan acak adul atau urakan yang tidak berdasarkan pada suatu azas norma norma kehidupan yang baik dan benar” dalam menggunakan kehormatan pada kehidupannya.

Kesimpulanya , lagu gundul gundul pacul

makna filosofi lagu dalam kalimat diatas merupakan seorang pemimpin pemegang amanah seharusnya bukanlah seseorang yang diberikan mahkota atau kuasa, tetapi merupakan pembawa cankul untuk dijadikan alat mencangkul

(mengupayakan dan berusaha memberikan sebuah kesejahteraan bagi rakyatnya).

Namun,ketika seorang pemimpin yang telah kehilangan empat indera “papat kang ucul” atau terlena dengan kuasanya dalm memimpin,di situ akan memperlihatkan sikapnya menjadi congkak,besar kepala, sombong, dan acak adul atau urakan yang tidak berdasarkan pada suatu azas norma norma kehidupan yang baik dan benar(gembelengan).

Nyungi nyunggi wakul kul, gembelengan

Dalam kalimat sair Nyunggi wakul’ filosofinya merupakan (membawa bakul di atas kepala) dan dilambangkan sebagai pengemban amanah dari rakyat yang memilihnya.Namun dengan adanya kuasa dan jabatanya tersebut,ketika membawa bakul, sikapnya menjadi sombong hati (gembelengan)

Wakul ngglimpang segane dadi sak latar

Filosofi dalam bait ini “Wakul ngglimpang” (bakul terguling) di analogikan sebagai amanah yang di dapatkan dari rakyat terjatuh,dari sikap sombong saat mengemban amanah yang di percayakan dari rakyat untuk pemimpin tersebut.

Pada bait lagu “Segane dadi sak latar” (nasinya jadi sehalaman)

merupakan lambang dari hasil perjuangan pemimpin yang di rintisnya saat mengemban amanah rakyat menjadi berantakan atau sia-sia,tidak bisa bermanfaat bagi kesejahteraan khalayak.

Jika “papat kang ucul” empat yang lepas yang di sebutkan pada susunan kata di atas,kehormatanpun juga akan terlepas.

Terimakasih sudah membaca artikel kami anda juga bisa membaca artikel kami dalam kategori serupa Lagu indonesia, Biografi seniman

serta berita musik

Silahkan bergabung dengan fanspage Facebook Filosofilagu.com

Sebarkan cinta
  • 901
  • 278
  • 299
  • 699
  •  
  •  
  •  

Author: Filosofilagu.com